FILE PRADAPO

Sabtu, 15 Juni 2013

Puisi Pramuka


Pramuka di Dadaku
buah karya bchree
Tunas, tunas pramuka
Kuncup mu kian lama kian langkah
Semerbak wangimu jarang ku jumpa
Entah sirna entah tiada
Tertelan sunyi-senyap malam
Pra —- mu —– ka
Hadirmu tak sewibawa dulu
lambangmu hanya sebatas selogan
jiwamu tak semurni embun di pagi nanti
kini hadir mengusik relung-relung hati
menyatukan penggal-penggal rasa
menyeruak puing-puing semangat
dasa darmaku yang lama berdebu
try satya yang mulai luntur
lihatlah ….
Pramuka yang bukan pramuka
Pandanglah ….
Bagaima muda-mudinya
Dengarkan ….
Kata-katanya
Amati….
Kejujurannya
Sucikah, Fikiran dan permbuatannya ?
Semakin hari negeri ini semakin merana
Merintih dengan generasinya
Terpuruk kehidupan yang hina

Kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati
Air matanya berlinang
Mas intannya terkenang
Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang susah
Merintih dan berdo’a
Ingatlah …
Pramuka masih di dada kita
Sadarlah wahai tunas-tunas kelapa
Takperlu kau terlena dengan jaman
Jangan pernah lunturkan dasadarmamu
Bangitlah demi ibu pertiwi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar